TIDAK MENGAPA
Masih aku
ingat soal itu.
Dimana mereka
di saat aku memerlukan,
Tunduk
mengikut kata,
Akur mengerah
tenaga.
Apabila
semuanya telah terlambat,
Semuanya
sudah menjadi bubur,
Engkau
ungkapkan kata itu,
Sungguh perit
untuk terima,
Namun
jawapanku mudah,
“Tidak
Mengapa”.
Katanya
mereka perlu aku,
Kata itu
penuh berkuasa,
Aku akur, aku
terima,
Namun bila
jejak, tiada apa,
Hanya
kata-kata kosong sahaja,
Pertama kali
rayu aku,
Untuk dengar
dan terus melihat,
Apa perlunya
aku untuk ikut,
Apa yang
dikatakan mulut itu,
Sedang hati
ini berbicara tidak.
Sudah serunya
waktu,
Mengikut
jejak yang seharusnya aku,
